Kelewatan Memang…Honorer Sudah Lolos Seleksi Malah Mengundurkan Diri

0

Honorer Mengundurkan Diri – Banyak tenaga honorer yang ingin menjadi CPNS. Tapi apa yang terjadi berikut ini malah berbalik 180 derajat, dimana sudah dinyatakan diterima malah mengundurkan diri.

Beberapa tenaga honorer kategori dua (K-2) yang dinyatakan lolos seleksi menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) malah mengundurkan diri. Kuat dugaan mereka takut dijerat hukum pidana karena telah memanipulasi data.

Pengunduran diri para tenaga K-2 itu dilakukan saat mereka diminta melengkapi berkas persyaratan menjadi CPNS. Sepertinya mereka takut tindakan manipulasi datanya terbongkar dan menjadi masalah di kemudian hari.

Kepala Bidang Pengadaan dan Data Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karawang, Mahpudin, membenarkan hal tersebut. “Ada beberapa honorer K-2 yang mengundurkan diri menjadi CPNS. Mungkin mereka tidak sanggup melengkapi berkas persyaratan yang kami minta,” ujar Mahpudin.

Namun demikian Mahpudin tidak mau menyebutkan jumlah akurat K-2 yang mengundurkan diri tersebut. “Ada, tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Ada perempuan ada juga lelaki,” tutur Mahpudin.

Disebutkan, sebelum menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan, para tenaga honorer K-2 yang dinyatakan lolos seleksi, wajib menyerahkan berbagai berkas sebagai persyaratan turunnya SK dan gaji. Akan tetapi tidak semua K-2 menyanggupi hal itu.

Apalagi, lanjut Mahpudin, pihaknya meminta juga surat pernyataan yang menyatakan bahwa data-data yang diserahkan sebagai persyaratan itu valid dan bisa dipertanggungjawabkan. “Ada beberapa K-2 yang ketakutan dan akhirnya mengundurkan diri,” ujar Mahpudin.

Dikatakan juga, selain ijazah, mereka harus melampirkan SK Pengangkatan sebagai tenaga honorer. Semua persyaratan tersebut kemudian akan diverifikasi ulang ke atasannya masing-masing. “Proses verifikasi itu memerlukan ketelitian, sehingga pemberkasan ini berlangsung cukup lama,” tutur Mahpudin.

Dikatakan, tenaga K-2 yang mengikuti seleksi CPNS berjumlah 2.741 orang. Dari jumlah tersebut 586 di antaranya dinyatakan lulus dan berhak diangkat menjadi CPNS.

Masih menurut Mahpudin, 90 persen K-2 yang berkesempatan menjadi CPNS itu merupakan tenaga pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. “487 tenaga guru dan 40 tenaga adminstrastasi pendidikan,” tuturnya.

Share.