Perombakan DIreksi BUMN Akan Terjadi di Lembaga Kantor Berita nasional (LKBN) Antara

0

Perombakan BUMN – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan beberapa kali merombak jajaran direksi perusahaan-perusahaan BUMN. Sebut saja perombakan besar di BUMN perkebunan, perombakan di PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), perombakan jajaran direksi Merpati Airlines.

Jajaran direksi maskapai penerbangan Garuda Indonesia juga tidak lepas dari perombakan. Tidak hanya itu, jajaran direksi PT Pertamina juga dirombak habis oleh Dahlan. Setelah beberapa aksinya merombak jajaran direksi perusahaan BUMN, kini Dahlan mengincar merombak direksi perusahaan pelat merah di sektor jasa informasi.

Sebagai pemagang tongkat komando tertinggi perusahaan-perusahaan pelat merah, Dahlan berencana merombak jajaran direksi Lembaga Kantor Berita nasional (LKBN) Antara. Salah satunya Direktur Utama LKBN Antara Ahmad Mukhlis Yusuf. “Sebentar lagi (diganti),” singkat Dahlan saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (4/10).

Dahlan menampik bahwa sudah terjadi pergantian di jajaran petinggi LKBN Antara. “Belum, sebentar lagi,” tegasnya. Namun, Dahlan tidak menyebutkan waktu pergantian tersebut.

Sejak awal memimpin Kementerian BUMN, Dahlan Iskan mengaku bercita-cita membentuk tim impian atau dream team di lingkungan bisnis perusahan pelat merah. Tujuannya satu, Dahlan menginginkan performa BUMN lebih maksimal agar bisa menjadi juara, tidak kalah bersaing dengan perusahaan swasta. Tentu saja hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Dahlan pernah menegaskan bahwa pergantian direksi BUMN sebagai bagian komitmennya saat diminta untuk menjadi menteri BUMN oleh presiden. Saat itu, dia mengajukan konsep kepada Presiden perlunya pembentukan dream team di setiap BUMN.

“Dream team itu intinya, bagaimana agar BUMN maju. BUMN itu tidak maju kalau direksinya tidak kompak. Kemudian, untuk bisa kompak harus terbentuk tim yang kuat. Bisa saja masing-masing direksi pintar, tapi belum tentu cocok untuk sebuah tim yang kuat,” tegas Dahlan beberapa waktu lalu.

Juli lalu, LKBN ANTARA genap lima tahun diberi label pelat merah oleh pemerintah. Perubahan status dari Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) menjadi BUMN di bidang layanan jasa informasi itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) RI nomor 40 tentang Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA yang ditandatangani oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 18 Juli 2007. Dengan status baru itu, LKBN ANTARA yang sebelumnya berada di bawah koordinasi Sekretariat Negara kini menjadi BUMN ke-140 di bawah Kementerian BUMN RI. Secara historis, ANTARA sudah dilahirkan pada tanggal 13 Desember 1937 dan ikut mengawal pergerakan kemerdekaan RI dengan menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan RI ke seluruh belahan dunia.

Perum LKBN Antara terus mengembangkan semua lini bisnisnya, baik bisnis berbasis teks, maupun multimedia (Foto, Portal dan TV). Di lini pengembangan bisnis berita teks, dengan jejaring di tingkat nasional, regional dan internasional, Perum LKBN ANTARA menyiapkan paket-paket kustomisasi pemberitaan, demikian pula dengan bisnis berbasis foto, LKBN ANTARA dapat mengembangkan paket-paket berita foto berikut kegiatan-kegiatan berbasis pemanfaatan foto, mulai dari pembuatan buku, pameran dan diskusi foto serta peliputan-peliputan berita foto eksklusif.

Pada lini multimedia (Portal dan TV), ANTARA TV telah membangun jaringan bersama televisi-televisi lokal meliputi, jaringan Jawa Pos Multimedia Corporation (JPMC), jaringan Cahaya TV Network dan bekerjasama dengan Tempo TV untuk konten-konten tertentu. LKBN ANTARA juga bekerjasama dengan PT Digital Buana untuk diseminasi portal Antaranews.com ke mobile gadget seperti Samsung Tab, Samsung Galaxy, iPhone dan smart TV untuk video (feature) on demand.

Share.